ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

NAMA : FIRMAN
SETIAWAN
NPM : 24214175
KELAS : 1EB15
DAFTAR ISI
Daftar isi…………………………………………………………………………… i
A.
Pengertian Manusia dan Budaya
-
Pengertian Manusia……………………………………………………. 1
-
Pengertian Budaya…………………………………………………….. 1
B.
Fungsi Budaya bagi Manusia……………………………………………… 2
C.
Hubungan Manusia dengan
Kebudayaan…………………………………. 3
C.
Hubungan Manusia dengan Kebudayaan…………………………………. 4
D.
Pengalaman Pribadi dengan Budaya……………………………………… 5
D.
Pengalaman Pribadi dengan Budaya……………………………………… 6
E.
Daftar Pustaka…………………………………………………………….. 7
A. Pengertian
Manusia dan Budaya
1. Pengertian Manusia
Manusia Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sanskerta), “mens”
(Latin), yang berarti berpikir berakal budi atau makhluk yang berakal budi.
Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah gagasan atau realitas, sebuah
kelompok (genus) atau seorang
individu.
Manusia juga diberi kemampuan (akal, pikiran, dan perasaan)
sehingga sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya. Disadari
atau tidak, setiap manusia senantiasa akan berusaha mengembangkan kemampuan
pribadinya guna memenuhi hakikat individualitasnya (dalam memenuhi berbagai
kebutuhan hidupnya). Hal terpenting yang membedakan manusia dengan mahluk
lainnya adalah bahwa manusia dilengkapi dengan akal pikiran, perasaan dan
keyakinan untuk mempertinggi kualitas hidupnya. Dan juga manusia adalah
ciptaan Tuhan dengan derajat paling tinggi di antara ciptaan-ciptaan yang lain.
2. Pengertian Budaya
Budaya = cultuur (bahasa belanda) = culture (bahasa Inggris)
= tsaqofah (bahasa Arab), berasal dari bahasa Latin “Colere” yang artinya
mengolah, mengerjakan menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah
atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai “segala
daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.
Ditinjau dari sudut bahasa Indonesia, kebudayaan berasal
dari bahasa Sansakerta “Buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti
budi atau akal.
Selain itu terdapat tiga wujud
kebudayaan yaitu :
1. Wujud pikiran, gagasan, ide-ide,
norma-norma, peraturan,dan sebagainya. Wujud pertama dari kebudayaan ini
bersifat abstrak, berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di
tempat kebudayaan itu hidup.
2. Wujud sebagai suatu aktifitas
kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri atas aktifitas-aktifitas
manusia yang saling berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan yang
lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat
kelakuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret.
3. Wujud fisik, merupakan seluruh
total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat.
B. Fungsi Budaya bagi Manusia
Kebudayaan mempunyai fungsi yang
sangat besar bagi manusia dan masyarakat. Masyarakat memiliki
kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menjalani kehidupannya.
Kebutuhan- kebutuhan masyarakat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh
kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Karena kemampuan manusia
terbatas sehingga kemampuan kebudayaan yang merupakan hasil ciptaannya juga terbatas
di dalam memenuhi segala kebutuhan.
Fungsi kebudayaan adalah untuk
mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat
untuk menentukan sikap kalau akan berhubungan dengan orang lain didalam
menjalankan hidupnya.
kebudayaan berfungsi sebagai:
1. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
2. Wadah untuk menyakurkan perasaan-perasaan dan kehidupan
lainnya
3. Pembimbing kehidupan manusia
4. Pembeda antar manusia dan binatang
C. Hubungan Manusia dan Kebudayaan
Akal budi merupakan kelebihan yang
dimiliki oleh manusia. Akal juga adalah kemampuan dari manusia untuk berfikir
sebagai kodrat. Budi artinya akal juga atau suatu bagian dari kata hati manusia
yang berupa panduan akal serta perasaan yang mampu membedakan baik dan
buruk. Dengan akal dan budi inilah manusia mampu menciptakan bebagai hal
antara lain :
- Menciptakan
- Kreasi
- Memperlakukan
- Memperbaruhi
- Memperbaiki
- Mengembangkan dan
- Meningkatkan sesuatu
Sedangkan ditinjau dari sudut antropologi, manusia dapat di
klarifikasi dari dua jenis:
- manusia sebagai makhluk
biologi
- manusia sebagai makhluk
sosio-budaya
Manusia sebagai makhluk biologi ,
bahwa manusia dapat dipelajari dari sisi ilmu biologi dan anatomi. Sedangkan
manusia sebagai makhluk sosio-budaya yaitu manusia dipelajari dalam sudut
pandang antropologi budaya. Antropologi budaya sendiri menyelidiki mengenai
seluruh cara hidup manusia, bagaimana manusia menggunakan akal budi dan
struktur fisiknya untuk mengubah lingkungannya berdasarkan pengalaman.
Juga memahami serta menuliskan kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat
manusia.
Pada akhirnya
terdapat suatu konsepsi tentang kebudayaan manusia yang menganalisis
masalah-masalah hidup sosial-kebudayaan manusia. Konsepsi tersebut ternyata
memberikan gambaran bahwa hanya manusialah yang mampu berkebudayaan. Sedangkan
pada hewan tidak memiliki kemampuan tersebut. Mengapa hanya manusia yang
memiliki kebudayaan? Kenapa hanya manusia yang berkebudayaan sedangkan hewan
tidak berkebudayaan? Padahal dilihat dari segi jasmaniah tidak ada perbedaan
yang prinsipal antara hewan dan manusia.
Apabila
diteliti dengan sunggug-sungguh perbedaan akan tampak pada hakikat manusia,
yaitu sesuatu yang tidak dimiki oleh hewan manapun tetapi hanya ada pada
manusia. Sesuatu yang membedakan secara mutlak atara keduanya. Ialah jiwa,
manusia mempunya jiwa sedangnkan hewan tidak memilikinya.
Manusia yang mempunyai jiwa,
mempunyai pula kebudayaan. Hewan yang tidak mempunyai jiwa tidak pula akan
mempunyai kebudayaan. Kesimpulannya: jiwa yang sesungguhnya memyebabkan adanya
kebudayaan. Yang membedakan manusia dan hewan secara abstrak adalah jiwa yang
merupakan sumber dan ciptaan kebudayaan
Manusia dan kebudayaan pada
hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari
seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat
kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai:
1) penganut kebudayaan
2) pembawa kebudayaan
3) manipulator kebudayaan, dan
4) pencipta kebudayaan
F. Pengalaman
Pribadi dan Budaya
Terlahir dari budaya
Jawa, Ayah berasal dari Banyumas, Jawa Tengah sedangkan Ibu berasal dari Solo,
Jawa Tengah. Budaya yang berasal dari keduanya sangatlah beragam, dari
Keseniannya sampai Makanannya.
Kabupaten Banyumas
di Provinsi Jawa Tengah, Ibukotanya adalah Purwkerto. Kabupaten ini perbatasan
dengan Kabupaten Brebes di Utara, Kabupaten Pubalinga, Kabupaten Purbalingga
dan Kabupaten Kebumen di Timur, Serta Kaupaten Cilacap di sebelah Selatan dan
barat. Gunung Slamet Teringgi di Jawa Tengah terdapat di ujung Utara di wilayah
Kabupaten ini.
Kabupaten Banyumas merupakan
bagian dari wilayah Budaya Banyumas yang berkembang dibagian Barat Jawa Tengah.
Bahasa yang di turunkan adalah Bahasa Banyumas, yakni salah satu dialek Bahasa
Jawa yang cukup berbeda dengan dialek standart bahaa Jawa (*dialek Mataram*). Masyarakat
dari bahasa dan daerah lain kerap menjuluki *bahasa ngapak* karena ciri khas
bunyi / k / yang baca penuh pada akhir kata (berbeda dengan dialek mataraman
yang dibaca sebagai glottal stop).
Kabupaten
Banyumas Kesenian Kenthongan atau musik thek-thek adalah
seni musik yang dimainkan dengan alat musik bambu yang dimainkan oleh 20-40
orang. Kebudayaan Begalan dan Ronggeng adalah kesenian asli Banyumas yang sekarang sudah
mulai pudar keberadaaannya.
Solo atau juga yang disebut Sala, adalah kota yang terletak di
provinsi Jawa Tengah, Indonesia dan kepadatan penduduk 13.636/km2. Kota dengan
luas 44 km2 ini berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur
dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah
selatan. Sisi timur kota ini dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu
lagu keroncong, Bengawan Solo. Bersama dengan Yogyakarta, Solo merupakan pewaris Kerajaan Mataram yang dipecah pada tahun 1755.
Bahasa
yang digunakan di Solo adalah bahasa Jawa Surakarta dialek Mataraman
(Jawa Tengahan) dengan varian Surakarta. Dialek Mataraman/Jawa Tengahan juga
dituturkan di daerah Yogyakarta, Magelang timur, Semarang, Pati,Madiun, hingga
sebagian besar Kediri. Walaupun
dalam kesehariannya masyarakat Solo menggunakan bahasa nasional bahasa
Indonesia, Solo juga berperan dalam pembentukan bahasa
Indonesia sebagai
bahasa nasional Indonesia.
adalah kain dengan
corak atau motif tertentu yang dihasilkan dari bahan malam khusus (wax) yang
dituliskan atau di cap pada kain tersebut, meskipun kini sudah banyak kain
batik yang dibuat dengan proses cetak. Solo memiliki banyak corak batik khas,
seperti Sidomukti dan Sidoluruh. Beberapa
usaha batik terkenal adalah Batik Keris,
Batik Danarhadi, dan Batik Semar.
Pernikahan adat
Pernikahan adat Surakarta juga memiliki
ciri-ciri yang khusus, mulai dari lamaran, persiapan pernikahan, hingga upacara
siraman dan midodaren.
Solo memiliki
beberapa tarian daerah seperti Bedhaya (Ketawang, Dorodasih, Sukoharjo, dll.)
dan Srimpi (Gandakusuma dan Sangupati). Tarian ini masih dilestarikan di
lingkungan Keraton Solo.
DAFTAR
PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Purwokerto&action=edit§ion=5
RPUL
tingkat SD
Seni
Budaya tingkat SMK








0 komentar: